Feeds:
Posts
Comments


Sabtu 30 Agustus 2008, bertempat di Rumah Widi, Warung Buncit Mampang, para Exmat dan Matarian (opay & mbak andri doang) ngumpul2 ngobrol-ngobrol seru.

Thanks buat yang udah pada dateng : Norman, Vidi dan anaknya Dante, Riri, Mbak Andri, Anni dan anaknya Alifa, Siopay dengan ayam bumbu andalannya… udah dateng telat, dan begitu dateng jebret, langsung jualan ayam bumbunya :”eh cobain ayam bikinan gue dong, yang udah makan, makan lagi deh…!”.

 

Acara ini sebenernya usulan dari Vidi, berhubung dia mau pindah ke Canada, jadi mumpung bisa ketemu bareng di Jakarta hayuk deh.

Walaupun sempet ujan tapi nggosip tetep jalan boo…

Mudah2an ajang ngumpul bareng gini tetep terus bisa jalan, dan personnya nambah terus yaa….

 

Ok dech… segitu aja berita minggu ini.

 

d’amateer trailer

Tanpa sepengetahuan fansnya, tampaknya band kesayangan kita ini akan terus melanjutkan perjalanan musik mereka. Berikut kita lihat trailer perdana mereka di youtube.

Silahkan di komen. Boleh di sini atau di youtubenya. Cuma kalo di youtubenya komen yang keren2 aja yak. Cintailah ploduk2 Ingdonesia, katanya gitu…

 

Mumpung acaranya lagi cover2an, kita coba cari majalah dengan cover d’amateer. Baru ketemu cover majalah pas sebagian besar member d’amateer meninggalkan Matari. Waktu itu hampir 80% penonton meneteskan air mata mengiringi berakhirnya konser akbar itu… hiks…

 

Masih inget acara Miss September ke Singapore kemaren? Gagal mengajak vokalis d’amateer untuk come back di sana, kali ini, Miss September membawa serta seluruh kru, plus keyboardist d’amateer nekat nyekar ke kampung asal sang vokalis di Cirebon. Tak jelas apakah usaha mereka berhasil, dan mengapa mereka sampe nekat seperti itu, tapi tampaknya mereka sangat puas dengan perjalanan mereka ke sana. Wisata kuliner murah meriah katanya! *karyawan agency kok pelit*

Yang menarik dari perjalanan ini, koran lokal setempat rupanya tak bisa melewatkan rombongan keyboardist kondang dan 2 misunderstanding tersebut. So, lengkap dengan kru dan para matarians lainnya, jadilah mereka mejeng di halaman koran Pikiran Rakyat edisi keesokan harinya.

Stop the press!!!

Sungguh tiada tara memang ketenaran d’amateer, meski telah satu tahun lebih mereka absen. Mari kita doakan kembalinya mereka di konser-konser berikutnya. Peace, love, and shit!!! what is that??? Timesheet?? Blweeehh!!! :D

 

Coba perhatikan foto di bawah ini. Sekilas tampak beberapa gadis imut cisleader sedang beraksi. Tapi dari semua gadis2 ini, ada satu wanita yang telah dua kali turun mesin. Bisa tebak siapa?

opay gila

Buat yang bisa menebak siapa wanita tersebut, kirim e-mail ke aldinkeren@yahoo.com dan dapatkan hadiah menarik berupa kupon undian. Kupon2 tersebut akan di undi pada akhir tahun untuk mendapatkan hadiah2 menarik. Ayo, kirim sebanyak2nya!!!!

FYI:Rekan kita DESKA telah kehilangan motor kesayangannya “YAMAHA SCORPIO2007″ dengan no polisi B 6679 BCY warna hitam Kemarin siang dikantornya, Gw sempet ketemu Deska jam 8 malam di daerah Fatmawati danlangsung meluncur minta diantar kerumahnya di Pd. Cabe. Ciri2:dibelakangnya ada stiker PBC Pake Winshild depan ada tulisannya CEMONG,Box Merk Coocase warna hitam.Dikantornya kurang adanya tanda pengamanan untuk parkir (tanpa karcis,periksa stnk dll), hanya menghafal pengendaranya saja. Sama halnyadengan parkiran motor kantor kita.syaiful “jamrud”

Para penggemar d’aMATeer terpaksa kecewa jumat 28 Maret 2008 lalu. Harapan untuk kembali menyaksikan aksi panggung band kesayangan mereka pupus sudah. Issue yang semula terhembus tentang reuni d’aMATeer, dan juga rencana latihan2 mereka terpaksa kandas dengan terlalu banyaknya personil yang berhalangan.Walau sedikit terhibur dengan kehadiran Cokelat dan band2 lainnya, beberapa tampak tak mampu menampilkan kekecewaan mereka. Terutama Matarian yang telah menyandang status ex-Mat “Padahal gue udah diet dari setengah taun yang lalu. Kali2 aja abis liat gue kurusan d’aMATeer akhirnya bakal milih gue jadi Miss-understanding.” Kata Dessy. jamu gendongs.Yang lebih mengharukan lagi adalah penampilan dua orang mbok2 jamu yang begitu cinta pada d’aMATeer. Sampe2 mereka menyelinap ke acara ultah Matari, dan menyamar sebagai miss august dan miss september. “Yah, nggak apa-apa deh d’aMATeer gak manggung. Personelnya juga udah pada bulet-bulet. Mendingan liat-liat brondong2 di sini. Kali-kali aja kita dilamar jadi bini kopireter, atau atderekter. Sukur-sukur bisa jadi mantunya pak Aswan.” Dari komentar-komentar mereka terlihat sekali betapa para penggemar d’aMATeer masih merindukan mereka untuk kembali…      

Beberapa hari yang lalu tepatnya tanggal 7, 8 dan 9 maret 2008, miss september dan kru2nya mengunjungi negeri singa iwak. Gosip2nya sih pendekatan buat salah satu vokalis d’amateer yang saat ini memang menetap di sana supaya manggung lagi pas ultah matari. Lepas dari benar tidaknya gosip itu, yang pasti mereka tertangkap oleh kamera turis di sana sedang mejeng di depan wisma atria orchard. Di duga bangunan yang sedang di bangun di belakang mereka adalah rumah sang vokalis nantinya.     atria 2      Akankah sang vokalis kembali di ulang tahun Matari tahun ini, mari kita tunggu kabar berikutnya… 

Miss November-Desember di Kebab Turki

Jelas sudah Miss mana yang paling digemari pria2. Dalam sejarah miss d’amateer selama ini, baru miss ini yang dirubungi laler-laler sebanyak ini. Bertempat di Kebab Turki Bang Sada berapa waktu yang lalu. (Gue lupa tanggalnya bo) digelarlah halal bihalal sekaligus jumpa fans sama miss November kita. Buat yang belom pernah nyobain warung Bang Siji (Sada), ayo di jajal. Murah meriah dan Mengenyangkan. Rekomendasi dari kita ada kentang goreng, kebab spesial pake telor dan keju, dan jangan lupa minuman favorit kita Nu Green Tea. (Loh?) 

Tips: Bang Sada suka ilang-ilang ke dalem kalo pas di sana. Jadi kalo mau ngabur, tunggu doi masuk ke dalem aja. Bilang sama penjaga warungnya lu mau pindahin mobil. Beres dah. :D  

PS: Miss November lakinya sering keluar dines di Batam. Makanya dia dapet gelar dobel Miss November dan Desember. (Apa hubungannya ya? :D )

Deni adalah seorang copywriter di sebuah biro iklan lokal. Teman-
temannya mengatakan bahwa Deni sedang kesulitan keuangan. Kok tahu?
Ya taulah. Karena setiap kali kekurangan uang, Deni selalu sibuk
meminjam uang sana sini. Beberapa temannya ada yang menolak karena
setiap bulan dia hampir selalu meminjam uang.

Memang, setelah gajian utangnya pasti dibayar, tapi beberapa hari
kemudian pinjam lagi. Lama-kelamaan teman-temannya merasa keberatan.
Kalau sudah demikian, maka Deni sibuk mencari-cari siapa yang dapat
meminjamkan uangnya.

Akhirnya Deni mendapatkan juga uang yang dibutuhkannya dari pinjaman
seorang office boy. Sebenarnya Deni malu. Uangnya sudah habis padahal
baru tanggal 16. Dia sudah tidak punya uang lagi untuk naik taxi ke
kantor dan untuk biaya makan.

Ketika dia sedang berkeluh kesah dan bingung, tiba-tiba office boy
menawarkan uangnya. Dia tidak sampai hati melihat Deni kesulitan. Deni
tadinya menolak karena malu. Masak staf meminjam uang dari office
boy? Tapi orang tersebut benar-benar rela ingin membantunya, sehingga
akhirnya Deni menerima bantuannya.

Dalam hati kecilnya Deni merasa sangat malu. Malu sekali!. Tapi Deni
terpaksa menerimanya, dia benar-benar tidak punya uang. Keesokan
harinya dia ingin mencari office boy tersebut dan mengajaknya
berbincang-bincang.

Deni penasaran. Mengapa office boy tersebut bisa punya uang lebih dan
bahkan bisa meminjamkan uangnya kepada Deni? Bukankah gaji Deni lebih
besar? Mereka sama-sama masih bujangan, belum menikah. Tapi, mengapa
office boy tersebut bisa menyimpan uang sedangkan Deni selalu
kehabisan uang? Kok bisa? Apa kuncinya?

Siangnya Deni baru mendapat kesempatan untuk berbincang-bincang dan
bertukar pikiran. Office boy itu memang sangat istimewa. Dia paling
rajin bekerja. Paling tuntas mengerjakan semua tugasnya. Tidak pernah
terlambat masuk kerja. Padahal kalau dilihat penampilannya sepertinya
biasa saja. Orangnya sederhana, agak kurus dan sopan, tapi tidak
terkesan menjilat.

Sambil makan siang bersama di warung sebelah, Deni mulai menggali
kunci sukses menyimpan uang yang dilakukan office boy
tersebut. “Bagaimana caranya sih, kok bisa mempunyai uang lebih? Gaji
saya selalu habis setelah tengah bulan.” Deni membuka percakapan.

Office boy tersebut mulai bercerita. “Saya dulu juga begitu, mas.
Gaji saya selalu habis sebelum akhir bulan. Akhirnya saya terpaksa
meminjam dari teman. Tapi setelah meminjam, rasanya gaji saya semakin
tidak cukup. Karena setiap kali gajian, saya harus mengembalikan uang
yang saya pinjam di bulan sebelumnya. Jadi uang gaji saya berkurang.
Akibatnya saya semakin kekurangan mas. Gaji utuh saja tidak cukup,
apalagi setelah dipotong untuk membayar utang. Ya, semakin berkurang
lah mas. Semakin lama, utang saya semakin banyak”

Benar juga, pikir Deni. Pikiran yang sederhana tapi mengandung
kebenaran karena seperti itulah yang dialaminya. “Jadi bagaimana
caranya melepaskan diri dari lilitan utang?” tanya Deni.

“Waktu itu saya diajari oleh nenek saya. Saya pernah pulang kampung
tanpa membawa uang banyak. Waktu itu nenek saya bertanya kemana gaji
saya. Saya bilang sudah habis. Langsung saya dipanggil dan diberi
wejangan oleh beliau.” katanya.

Nenek saya berkata: “Uang itu seperti air. Air selalu mengalir ke
tempat yang lebih rendah. Kalau tidak dibendung, maka air akan
mengalir terus. Seperti sungai. Harus dibendung. Setelah dibendung,
maka uang akan berhenti mengalir dan akan mulai bertambah banyak.”

Hidup prihatin

Waktu itu saya bertanya: “Bagaimana cara membendungnya? ” Nenek saya
menjawab tegas:”Prihatin. Bulan depan jangan utang lagi.”

“Tapi nanti kurang nek.”

“Tidak”, kata nenek. “Begini caranya. Begitu terima gaji, segera
lunasi utangmu. Sisanya harus dicukupkan untuk sebulan. Jangan utang.
Kamu jangan makan di luar atau jajan. Kalau perlu makan nasi putih
dan garam, kecap atau kerupuk saja. Pasti cukup.” Lalu saya diajak
menghitung berapa uang yang harus saya sisihkan untuk ongkos, berapa
untuk beli beras, garam, kecap dan kerupuk, dan lain-lain.

Nenek benar-benar meminta saya hidup secara prihatin. Saya tidak
boleh naik ojek lagi. Dari rumah saya harus berjalan kaki ke jalan
raya tempat saya naik angkutan umum. Pulangnya juga tidak naik ojek
karena ojek cukup mahal.Uang saya memang pas-pasan untuk hidup ngirit
seperti itu. Tapi memang cukup sih.”

“Bulan depannya, saya disarankan untuk melanjutkan hidup seperti itu.
Bulan depannya, uang gaji saya sudah mulai ada yang bisa saya
sisihkan untuk ditabung.

Bulan ketiga saya mulai makan lebih banyak demi menjaga kondisi tubuh
saya, bukan lagi dengan garam dan kecap. Tapi dua bulan hidup
sederhana telah membuat saya tidak ingin beli apa-apa lagi. Makanan
saya cukup sederhana saja. Saya tidak lagi suka jajan. Saya tidak
pernah naik ojek lagi. Dari situlah saya mulai bisa menabung mas.
Sampai sekarang.”

Deni bertanya:”Boleh tahu berapa tabungan kamu? Tapi kalau kamu
keberatan menjawab, tidak apa-apa. Tak usah dijawab.”

“Tidak apa-apa mas. Tabungan saya hampir enam juta rupiah. Saya ingin
menabung untuk biaya pernikahan saya tahun depan Mas.”

Deni hanya bisa terharu. Yang penting niat. Kalau mau ngirit, pasti
bisa. Mengapa uangnya habis terus? Karena pengeluaran Deni cukup
besar. Padahal sebenarnya bisa dikurangi. Tapi Deni cenderung
memanjakan dirinya. Dia selalu memilih naik taxi. Makan siang selalu
di luar, tidak pernah mau membawa nasi atau makanan dari rumah.
Pengeluarannya jauh melebihi gaji yang diperolehnya.

Rasa haru campur malu membuat Deni bertekad mengubah cara hidupnya.
Dia juga ingin membendung uang yang dimilikinya. Dia takkan
membiarkan uangnya mengalir terus. Harus segera dibendung. Mulai
kapan? Hari ini! Change!
Start today! Start now!

Judul asli : UANG
Oleh: Lisa Nuryanti

Older Posts »